AL FALAHKU
MASAIL
TULISAN
INTERAKTIF
| Dzuhur | 11 : 35 |
| Asar | 14 : 55 |
| Maghrib | 17 : 36 |
| Isyak | 18 : 41 |
| Imsak | 04 : 13 |
| Shubuh | 04 : 23 |
| Terbit | 05 : 31 |
| Dhuha | 05 : 58 |
05 Jun 2010 07:21
Bukti Keagungan Al - Qur'an
| (0) Komentar.
Di zaman modern ini, banyak orang yang meremehkan Al Qur’an, menghina, mencaci maki dan bahkan ada yang menganggap bahwa Al Qur’an Cuma sekedar karya bud- aya yang diciptakan oleh manusia, mereka terinspirasi oleh wacana logika yang dianggap lebih dari segala galanya, tapi dibalik itu semua, Al Qur’an bukanlah sekedar wahyu yang diturunkan pada Bag- inda Rosululloh S.A.W,lebih dari itu Al Qur’an merupakan kitab suci ummat islam,yang menyimpan ber- juta - juta ma’na di dalamnya kandungan ayat-ayatnya mampu meluluhkan hati manusia kendatipun jauh lebih keras dari batu,dan itu bukan merupakan sesuatu yang di lebih-lebihkan karena hal tsb memang merupakan realita yang tidak bisa dipungkiri dan juga didukung dengan banyaknya cerita – cerita Ulama’ klasik yang mem- buktikan tentang hal itu, diantaranya adalah sahabat nabi yang berjuluk Al Faruq “ Umar Bin Khottob “, sebelum memeluk Islam beliau adalah orang yang terkenal paling Anti dengan ajaran yang dibawa oleh baginda rosul, bahkan suatu ketika beliau berniat untuk membunuh rosulullah namun niatan tsb tidak terjadi karena beliau telah masuk islam lantaran beliau mengetahui keagungan dari kandungan ayat-ayat Al Qur’an.
Berikut sekilas singkat tentang Shohabat yang masuk Islam karena keagungan Al Qur’an:
Umar bin Khottob, seorang tokoh Quraisy yang sangat ditakuti dan dan sangat memusuhi Islam. Nabi Muhammad selalu berdoa agar Alloh SWT menganugerahkan bagi Ummat Islam, salah seorang dari dua Umar, yaitu Umar bin Khottob dan Amr bin Robiah. Doa Nabi terkabul. Alloh memberi taufiq dan hid- ayahnya kepada Umar bin Khottob.
Suatu hari Umar bin Khottob berjalan tergesa-gesa dengan meng- hunus pedangnya. Na’im bin Abdulloh bertanya: “ hendak kemana wahai Umar?” Umar menjawab: hendak membunuh Muhammad yang telah memecah belah Quraisy dan memalukan Agamanya” Na’im me- ngalihkan pembicaraanya dan ber- kata: “bagaimana kamu akan mem- bunuh Muhammad, sedangkan adikmu Fatimah dan suaminya telah mengikuti ajaran Muhammad” kemudian Umar segera menuju ke rumah adiknya.
Sesampai dirumah adiknya, Umar mendengar alunan suara Al Qur’an tepatnya surat Thoha yang sedang dibacakan Khobab bin Al Arrot dihadapan Fatimah dan Suaminya. Pintu diketuk dengan keras-keras, Khobab segera ber- sembunyi, Fatimah menyembunyi- kan Al Qur’annya dan segera membukakan pintu. Dengan geram Umar meminta lembaran Al Qur’an yang disembunyikan Fatimah, namun ditolak oleh Fatimah, mereka saling merebutkan Al Qur’an, sehingga tertorehlah Wajah Fatimah dengan pedang Umar dan keluarlah darah dari luka tersebut.
Melihat Fatimah luka, timbul rasa iba dan kasihan terhadap adiknya, Umar menghapus darah yang mengalir diwajah adiknya, dan meminta lembaran Al Qur’an yang dipegang Fartimah.setelah membaca Al Qur’an tersebut yang berisi surat Thoha, lunak hati Umar dan dan mendapat hidayah Alloh, sehingga beliau menyatakan diri untuk memeluk agama Islam, karena kagum keindahan Al Qur’an.
Berangkatlah Umar beserta adiknya menuju ketempat Nabi Muhammad SAW mengajarkan agamanya. Dari derap langkah dan ketukan, Nabi dan para sahabat sudah dapat menentukan bahwa yang datang adalah Umar bin Khottob, para sahabat takut dan kawatir akan keselamatan Nabi. Namun Nabi mengharapkan para sahabat tidak takut dan resah, lalu menyuruhnya untuk membukakan pintu, kemudian masuklah Umar menghadap Nabi Muhammad SAW, suasana menjadi hening, Umar menyatakan keislamannya, Nabi mengajarkan Syahadat, dan terjadilah kegembiraan dihati para sahabat, mereka bersyukur kepada Alloh.
Semoga kita bisa mengambil intisari dari cerita diatas, sehingga kita bisa merasakan keistimewaan Al Qur’an yang sangat besar. Amin Amin yaa Robbal Alamin.
Ditulis Oleh : soulsick Dalam kategori mutiara hikmah
Tingalkan komentar